Wednesday, 28th January 2026
by Admin

Imuners mungkin udah sering denger soal hepatitis B. Penyakit yang tergolong berbahaya, tapi sering kali tidak menunjukkan gejala di tahap awal.
Banyak orang yang baru menyadari kalau dirinya menderita hepatitis B setelah bertahun-tahun, dan ketika sudah di tahap ini pengobatan lebih sulit untuk dilakukan.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa karakteristik dari penyakit ini dari mulai gejala, cara penyebaran, juga cara pencegahannya.
Hepatitis B adalah infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus ini menyerang sel-sel hati dan memicu peradangan.
Pada sebagian orang, tubuh mampu melawan virus ini dalam beberapa bulan. Akan tetapi pada sebagian lain, terutama bayi dan anak kecil, virus dapat bertahan lama di dalam tubuh.
Jika infeksi berlangsung lebih dari enam bulan, dokter menyebutnya sebagai hepatitis B kronis.
Jenis infeksi ini lah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan hati jangka panjang, seperti sirosis (jaringan parut pada hati), gagal hati, hingga kanker hati.
Yang membuat hepatitis B sering terlambat diketahui adalah gejalanya yang sering kali tidak terlihat.
Banyak penderita tidak merasakan keluhan apapun selama bertahun-tahun, meskipun kerusakan hati terus berjalan.
Meskipun sebagian besar tidak mengalami gejala tertentu di tahap awal, sebagian lain bisa mengalami gejala tertentu. Gejalanya bisa berupa:
Perlu diingat bahwa tidak adanya gejala bukan berarti tidak ada masalah.
Oleh karena itu, pemeriksaan darah menjadi satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi virus hepatitis B atau tidak.
Virus hepatitis B tidak menyebar lewat batuk, bersin, makanan, atau berbagi alat makan.
Penularannya terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, terutama darah dan cairan seksual.
Beberapa jalur penularan yang paling sering terjadi antara lain:
Risiko infeksi kronis jauh lebih tinggi jika seseorang tertular saat masih bayi atau anak kecil.
Pada orang dewasa yang sehat, tubuh lebih sering berhasil membersihkan virus dengan sendirinya.
Masalah utama hepatitis B kronis terletak pada dampaknya dalam jangka panjang.
Peradangan yang terus-menerus membuat jaringan hati rusak dan digantikan oleh jaringan parut. Hal ini bisa menimbulkan masalah berupa:
Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan rutin sangat penting bagi orang yang hidup dengan hepatitis B kronis.
Saat ini tersedia obat antivirus yang dapat menekan aktivitas virus dan memperlambat kerusakan hati, meskipun tidak selalu bisa menghilangkan virus sepenuhnya.
Hepatitis B termasuk penyakit yang bisa dicegah dengan beberapa langkah sederhana, dan langkah-langkah ini pun tergolong sangat efektif.
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan seperti:
Imunisasi hepatitis B merupakan langkah paling efektif yang bisa dilakukan untuk menekan penularan hepatitis B.
Vaksin yang digunakan dalam imunisasi hepatitis B tidak mengandung virus hidup, sehingga tidak menyebabkan penyakit.
Tubuh akan membentuk antibodi setelah penyuntikan, dan antibodi inilah yang melindungi kita jika suatu hari terpapar virus asli.
Berbagai lembaga kesehatan internasional merekomendasikan vaksin hepatitis B untuk semua orang, terutama:
Untuk Imuners yang ingin update imun dari hepatitis B, bisa datang ke fasilitas kesehatan terpercaya seperti Klinik Imunicare untuk imunisasi.
Selain imunisasi hepatitis B, Imuners juga bisa melakukan cek darah untuk mengetahui apakah ada virus hepatitis B di dalam tubuh.
Umumnya imunisasi hepatitis B diberikan dalam tiga dosis yaitu:
Beberapa jenis vaksin yang diberikan pada orang dewasa diberikan dalam dua dosis dengan jarak sekitar satu bulan dari dosis pertama ke dosis ke dua.
Jika terlambat menerima suntikan berikutnya, tidak perlu mengulang dari awal cukup melanjutkan sampai lengkap.
Beberapa penelitian menunjukkan vaksin hepatitis B memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi.
Lebih dari 90 persen orang yang diimunisasi lengkap akan membentuk kekebalan yang kuat.
Perlindungan ini dapat bertahan puluhan tahun, bahkan pada banyak orang bisa bertahan hingga seumur hidup.
Efek samping yang ditimbulkan juga biasanya ringan, seperti nyeri di tempat suntikan atau demam singkat. Reaksi serius sangat jarang terjadi.
Imunisasi hepatitis B sejak bayi memiliki dampak besar dalam menurunkan angka hepatitis B di banyak negara.
Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B beresiko tinggi tertular, tetapi vaksinasi segera setelah lahir dapat mencegah sebagian besar penularan tersebut.
Langkah ini tidak hanya melindungi anak secara individu, tetapi juga membantu memutus rantai penyebaran virus di masyarakat.
Hepatitis B adalah penyakit serius yang sering berjalan tanpa gejala, tetapi dapat berujung pada kerusakan hati berat jika tidak terdeteksi.
Virus ini menular melalui darah dan cairan tubuh, bukan lewat kontak sehari-hari seperti berjabat tangan atau berbagi makanan.
Kombinasi pemeriksaan dini, perilaku aman, dan imunisasi menjadi kunci untuk menjaga hati.
Dengan pengetahuan yang tepat dan imunisasi, kita bisa melindungi diri sendiri, keluarga, dan generasi mendatang dari hepatitis B.
Sumber