Wednesday, 21st January 2026
by Admin

Kalo ngomongin kolesterol, Imuners pasti langsung ngaitinnya sama penyakit-penyakit berbahaya seperti serangan jantung atau stroke.
Padahal, kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dan masalah baru timbul ketika kadarnya terlalu banyak.
Di artikel kali ini kita bakal kupas tuntas lebih dalam mengenai kolesterol. Mulai dari karakteristiknya, apa yang bisa membuat kadar kolesterol naik, juga bagaimana cara menurunkan kadarnya di dalam tubuh.
Yuk, langsung aja simak pembahasannya berikut ini.
Kolesterol adalah zat mirip lemak yang ada di dalam darah. Tubuh memerlukan kolesterol untuk membangun sel, memproduksi hormon, dan membantu proses pencernaan.
Tubuh mendapatkan suplai kolesterol secara alami dari hati, sisanya berasal dari makanan yang kita makan.
Secara umum, kolesterol terbagi menjadi dua jenis yaitu:
Masalah kesehatan akan muncul ketika LDL terlalu tinggi dan HDL terlalu rendah. Kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala. Banyak orang baru sadar setelah melakukan tes darah.
Kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh biasanya disebabkan oleh banyak faktor, bukan hanya satu faktor saja.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan buruk yang berlangsung lama. Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:
Oleh karena itu, mengendalikan kolesterol tidak bisa mengandalkan satu cara cepat. Perlu pendekatan yang konsisten dan menyeluruh.
Untuk kolesterol, tindakan pencegahan jauh lebih baik ketimbang pengobatan karena potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan pada tubuh tergolong besar.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
Konsumsi makanan sangat berpengaruh pada kadar kolesterol. Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol adalah mengurangi konsumsi lemak jenuh.
Lemak jenuh banyak ditemukan pada daging berlemak, jeroan, mentega, keju keras, dan makanan cepat saji.
Perbanyak makanan yang membantu tubuh mengelola kolesterol dengan lebih baik, seperti:
Serat, terutama serat larut, dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol di usus. Oat, apel, dan kacang merah adalah contoh makanan kaya serat yang larut.
Aktivitas fisik dapat membantu tubuh dalam menaikkan kadar HDL dan menurunkan LDL.
Jenis olahraga yang dilakukan tidak harus olahraga berat. Jalan cepat selama 30 menit, lima kali seminggu, sudah bisa memberi dampak positif bagi tubuh.
Yang terpenting adalah konsistensi. Lebih baik olahraga ringan tapi rutin, daripada berat namun jarang.
Berat badan berlebih membuat tubuh lebih sulit mengatur kolesterol.
Menurunkan berat badan, bahkan sedikit saja, sudah bisa membantu menurunkan LDL.
Fokus pada perubahan kecil yang bisa dipertahankan, bukan melakukan diet dengan ekstrim.
Kebiasaan merokok dapat menurunkan kadar HDL dan merusak pembuluh darah.
Saat seseorang berhenti merokok, saat itu juga tubuh mulai memperbaiki diri.
Kadar kolesterol baik bisa meningkat dalam waktu yang relatif singkat.
Jika hasil tes darah menunjukkan kadar kolesterol sudah tinggi, jangan panik karena kepanikan biasanya membuat kita melakukan tindakan yang tidak rasional.
Banyak orang berhasil menurunkannya dengan langkah yang tepat. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol yang sudah terlanjur tinggi.
Perubahan gaya hidup tetap menjadi pondasi utama untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh.
Pola makan sehat dan olahraga tidak hanya mencegah naiknya kolesterol, tapi juga menurunkan kadar LDL secara bertahap.
Perubahan ini memang tidak instan. Akan tetapi, hasilnya lebih stabil dan memberi manfaat jangka panjang bagi jantung.
Selain mengurangi asupan lemak jenuh, fokus juga pada cara memasak. Cara memasak sperti mengukus, merebus, atau memanggang lebih baik daripada menggoreng.
Kebiasaan memasak sendiri di rumah juga bisa membantu mengontrol bahan yang digunakan dan porsi makanan.
Gunakan minyak nabati seperti minyak zaitun dengan kadar LDL yang lebih rendang ketimbang minyak goreng biasa.
Hindari makanan olahan yang tinggi gula dan lemak tersembunyi.
Stres berkepanjangan dan kurang tidur dapat mempengaruhi hormon yang berperan dalam metabolisme lemak.
Jika stres terjadi secara berkepanjangan disertai dengan kurang tidur, kadar kolesterol bisa meningkat secara otomatis.
Tidur 7 hingga 9 jam setiap malam dan meluangkan waktu untuk relaksasi sekaligus membantu tubuh bekerja lebih seimbang.
Pada beberapa orang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Untuk membantu kasus-kasus seperti ini, dokter bisa meresepkan obat penurun kolesterol, seperti statin.
Obat ini dapat membantu hati mengurangi produksi kolesterol dan membersihkan LDL dari darah.
Penting untuk dipahami bahwa obat bukan pengganti gaya hidup sehat. Keduanya perlu berjalan bersama agar hasilnya optimal.
Kolesterol tinggi sering disebut sebagai “silent problem” karena jarang menimbulkan keluhan.
Pemeriksaan darah secara berkala membantu mendeteksi masalah sejak dini. Dengan mengetahui kadar kolesterol, kita bisa mengambil langkah yang tepat sebelum resiko membesar.
Untuk Imuners yang ingin cek kadar kolesterol bisa datang ke fasilitas kesehatan terpercaya seperti Klinik Imunicare.
Selain cek kesehatan rutin, Imuners juga bisa sekalian update imun supaya punya perlindungan yang lebih menyeluruh.
Kolesterol bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi harus dipahami dan dikelola dengan baik.
Pola makan sehat, aktivitas fisik, berat badan terjaga, dan kebiasaan hidup yang baik adalah kunci utama dalam menjaga kadar kolesterol.
Tidak perlu perubahan drastis. Mulailah dari langkah kecil yang realistis dan bisa dilakukan setiap hari.
Dengan pendekatan ini, kolesterol bisa tetap terkendali dan kesehatan jantung bisa terjaga dalam jangka panjang.
Sumber