Friday, 16th January 2026
by Admin

Imunisasi adalah salah satu langkah kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam mencegah penyebaran penyakit berbahaya. Tidak hanya melindungi individu, vaksin juga membantu menciptakan herd immunity sehingga penularan penyakit dapat ditekan secara signifikan.
Namun, manfaat vaksin ini hanya bisa optimal jika proses Imunisasi dilakukan dengan benar. Nyatanya, masih ada banyak kesalahan umum yang terjadi baik dari sisi pasien maupun fasilitas kesehatan. Kesalahan-kesalahan ini bisa memengaruhi efektivitas vaksin, memicu efek samping, atau bahkan menyebabkan kegagalan imunisasi.
Supaya Imuners bisa mendapatkan manfaat vaksin secara maksimal, yuk pelajari apa saja kesalahan umum saat imunisasi dan cara menghindarinya!
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah langsung imunisasi tanpa memperhatikan kondisi kesehatan tubuh. Padahal, ada situasi tertentu yang memerlukan penundaan atau konsultasi lebih lanjut sebelum menerima vaksin, seperti:
Kenapa ini penting?
Karena beberapa vaksin membutuhkan respons imun yang optimal agar bekerja efektif. Ketika tubuh dalam kondisi kurang stabil, respons imun bisa menurun sehingga proteksi tidak maksimal.
Cara menghindari:
Banyak orang tidak menyimpan catatan imunisasi atau lupa pernah vaksin apa saja. Akibatnya, muncul dua risiko:
Beberapa vaksin, seperti vaksin Hepatitis B dan HPV, memiliki jadwal rangkaian dosis. Jika dosis tidak lengkap, proteksi bisa berkurang.
Cara menghindari:
- Simpan buku imunisasi atau catatan digital
- Simpan sertifikat vaksin perjalanan
- Minta informasi jadwal booster kepada tenaga medis
Kesalahan ini umum terjadi di fasilitas kesehatan yang belum mengikuti standar penyimpanan vaksin (cold chain management).
Beberapa vaksin harus disimpan dalam suhu tertentu, biasanya 2–8°C, agar tidak mengalami kerusakan.
Jika vaksin disimpan di suhu yang salah atau terkena cahaya langsung, vaksin bisa menurun kualitasnya tanpa gejala yang terlihat.
Dampaknya:
Cara menghindari:
- Pilih fasilitas kesehatan yang kredibel
- Pastikan tenaga medis mengikuti standar penyimpanan vaksin
- Klinik harus melakukan monitoring suhu rutin
Interval antar vaksin berbeda-beda. Salah satu kesalahan umum adalah:
Contohnya:
Cara menghindari:
✔ Ikuti jadwal imunisasi dari dokter
✔ Jangan asal menunda imunisasi tanpa alasan
✔ Catat jadwal imunisasi dan booster
Beberapa orang memiliki alergi terhadap komponen vaksin seperti:
Selain alergi, ada juga kontraindikasi, yaitu kondisi yang membuat seseorang tidak boleh menerima vaksin tertentu, misalnya:
Cara menghindari:
- Informasikan alergi kepada tenaga medis
- Sebutkan obat-obatan yang sedang dikonsumsi
- Konsultasi sebelum vaksin untuk kondisi khusus
Banyak orang tidak tahu bahwa setelah imunisasi ada fase observasi sekitar 15–30 menit untuk memastikan tidak ada reaksi alergi berat.
Efek samping seperti:
adalah normal dan biasanya hilang dalam 1–2 hari.
Kesalahan umum:
- Pulang langsung tanpa observasi
- Tidak tahu kapan harus ke dokter
- Takut demam padahal itu normal
Kapan harus ke dokter?
Cara menghindari:
- Tetap di fasilitas kesehatan setelah imunisasi
- Tanyakan efek samping yang umum & tanda bahaya
- Siapkan parasetamol sesuai dosis jika direkomendasikan
Beberapa vaksin membutuhkan booster untuk memperkuat proteksi, contohnya:
Kesalahan umum adalah merasa cukup setelah dosis pertama, padahal booster adalah bagian integral dari imunisasi.
Cara menghindari:
- Catat jadwal booster
- Gunakan reminder digital
- Cek panduan imunisasi dewasa & anak
Pasien dengan kondisi medis tertentu membutuhkan penyesuaian, contohnya:
Kesalahan yang sering terjadi adalah imunisasi tanpa konsultasi, padahal jenis vaksin yang diberikan harus disesuaikan.
Cara menghindari:
- Selalu konsultasi sebelum imunisasi
- Ikuti panduan spesifik dari dokter spesialis
- Berikan data riwayat medis dengan lengkap
Kesalahan saat imunisasi sebenarnya dapat dicegah dengan pengetahuan yang tepat Imuners dan pemilihan fasilitas kesehatan yang profesional, Imuners dapat mengunjungi Imunicare terdekat , untuk konsultasi dan jadwal vaksinasi. Karena mulai dari penyimpanan vaksin, interval pemberian, riwayat kesehatan, hingga observasi pasca vaksin, semuanya berpengaruh pada keberhasilan imunisasi.
Agar hasil imunisasi optimal, pastikan untuk:
Dengan langkah yang tepat, Imuners tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri tetapi juga membantu melindungi lingkungan sekitar melalui herd immunity.