Artikel

Homepage/artikel

/bukan-cuma-biar-fit-kenapa-tubuh-kita-harus-tetap-aktif

Bukan Cuma Biar Fit: Kenapa Tubuh Kita Harus Tetap Aktif?

Thursday, 10th September 2026

by Admin

Update Imun (45) (1069 x 741 px).jpg

Hari Olahraga Nasional yang diperingati kemarin memang udah lewat imuners…tapi urusan bergerak? Jangan ikut-ikutan lewat.

Coba cek hari ini: berapa lama kita duduk di depan laptop? Berapa jam scrolling HP? Naik kendaraan ke mana-mana, lalu sampai rumah… rebahan.

Tanpa sadar, hidup kita makin “aktif di layar, tapi pasif di badan.”

Padahal, tubuh kita sebenarnya nggak butuh olahraga yang ribet untuk tetap sehat. Jalan kaki, naik tangga, bersepeda, bermain bersama anak, bersih-bersih rumah, dancing, sampai olahraga favorit kita semuanya termasuk aktivitas fisik.

Dan ini penting, karena kurang bergerak bukan cuma soal berat badan. Duduk terus, risikonya bisa ikut naik.

Kurangnya aktivitas fisik berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker.

Bahkan, orang yang kurang aktif secara fisik memiliki risiko kematian 20–30% lebih tinggi dibandingkan mereka yang cukup aktif.

Jadi, olahraga bukan sekadar urusan “biar badan bagus” atau “biar angka timbangan turun”.

tapi, olahraga adalah salah satu investasi kesehatan jangka panjang.

Jadi olahraga juga bukan cuma soal fisik, pernah ngerasa kepala lebih plong setelah jalan kaki atau olahraga? Bukan kebetulan.

Aktivitas fisik secara rutin juga bisa membantu kesehatan mental, mengurangi gejala kecemasan dan depresi, serta mendukung kualitas tidur dan fungsi otak.

Makanya, kalau hari ini imuners rasanya penuh banget…mungkin bukan cuma butuh “ me time ”, tapi juga sedikit “ move time ”.

Nggak harus langsung jadi atlet

Kabar baiknya: kita nggak harus langsung lari 10K, ikut gym, atau olahraga sampai ngos-ngosan.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu , atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya 2 hari dalam seminggu.

Kalau sekarang masih jarang bergerak?

Mulai dikit-dikit dulu deh..

? Jalan kaki 15–30 menit

? Pilih tangga daripada lift kalau memungkinkan

? Joget ngikutin lagu favorit

? Main badminton bareng keluarga

⚽ Ajak anak main di luar rumah

? Beres-beres rumah dengan lebih aktif

Karena menurut WHO, sedikit aktivitas fisik tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.

Yuk, bikin keluarga ikut bergerak!

Bukan cuma orang dewasa yang perlu aktif.

Anak dan remaja usia 5–17 tahun dianjurkan melakukan rata-rata 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari . Aktivitasnya nggak harus berupa olahraga formal…bermain, bersepeda, berjalan kaki, atau aktivitas fisik lainnya juga bisa dihitung.

Jadi, daripada anak terus bilang,

“Bunda, HP aku mana?”

Sesekali kita tanya,

“Sepatumu mana?”

Ajak main bola, bersepeda, berenang, jalan sore, atau sekadar bermain kejar-kejaran.

Karena kebiasaan aktif yang dibangun sejak kecil bisa menjadi bekal kesehatan sampai dewasa.

Sehat itu bukan cuma soal nggak sakit

Jaga kesehatan itu kaya puzzle.

Ada makan bergizi.

Ada tidur cukup.

Ada menjaga kesehatan mental.

Ada imunisasi sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Dan tentu saja, ada bergerak aktif .

Jadi, setelah Hari Olahraga Nasional berlalu, jangan cuma posting foto olahraga.

Geraknya juga jangan berhenti.

Karena tubuh kita bukan dibuat untuk terus duduk, dan kesehatan bukan sesuatu yang baru kita pikirkan ketika sudah sakit.

Yuk, #UpdateImun sekaligus #UpdateGerak!

Mulai dari yang sederhana. Mulai dari hari ini.

Bergerak sedikit lebih banyak, untuk hidup yang lebih sehat dan lebih lama. ?